Danantara Logo

RISALAH RAPAT

PAL Logo

Agenda:

Test Slow Network file 47mb

Nomor:701
Hari, Tanggal:Sabtu, 27 Desember 2025
Pukul:
Tempat:27-12-2025
Kepada Yth.
Peserta Rapat

Ringkasan

Ringkasan Rapat – PPTR

Peserta Utama: Divisi Desain, Divisi PKI, Divisi Kapal Niaga, Divisi Regum, Divisi Desen, Divisi DGA, Divisi SIN, Divisi Reku, Divisi Kapal Selam, HCM, KSPI, Divisi SAP, Komisi TKI, Komisi TKI, Kementerian Keuangan, BNPB, Kementerian Keuangan, Kepala Divisi Desen

Topik Pembahasan: Koordinasi dan klarifikasi mengenai proses pembuatan dan pelaksanaan Test Procedure (TPTR) terkait pembangunan kapal, termasuk pengajuan spesifikasi, pengadaan peralatan, dan penugasan divisi.

Pokok-Pokok Pembahasan

  1. Penegasan Peran Divisi: Rapat difokuskan untuk memperjelas peran divisi yang bertanggung jawab atas pembuatan dan pelaksanaan TPTR, berdasarkan petunjuk organisasi yang relevan. Divisi Desain secara umum bertanggung jawab untuk proses tes prosedur, sementara Divisi PKI bertanggung jawab untuk melaksanakan tes.
  2. Perbedaan Topoksi & Penugasan Proyek: Berbagai divisi (Desain, Kapal Niaga, Regum, Kapal Selam, Desen, DGA) memiliki topoksi yang berbeda terkait dengan tes spesifikasi, terutama dalam konteks proyek-proyek seperti pembangunan kapal niaga, kapal perang, dan proyek-proyek offshore (BNPB). Divisi Regum secara khusus ditugaskan untuk menangani aspek teknis dan koordinasi proyek, termasuk pengajuan dukungan dari Warsila.
  3. Proses Pengajuan & Validasi Spesifikasi: Divisi SIN mengajukan pembuatan test spec, yang berisi acuan performa yang harus dicapai sesuai spesifikasi dan kontrak. Divisi Desen melakukan evaluasi awal peralatan, dan Divisi DGA melakukan implementasi dalam proses desain.
  4. Peran Tim Koordinasi (KSPI): Keputusan diambil untuk melakukan audit oleh KSPI, dengan tujuan merangkum dan mengkoordinasikan semua aktivitas yang dilakukan oleh berbagai divisi. Rekomendasi KSPI akan digunakan untuk mempercepat proses dan mengatasi potensi kendala.
  5. Manajemen Risiko & Kendala Keuangan: Diskusikan mengenai potensi keterlambatan proyek akibat kendala keuangan dan kebutuhan untuk menyelesaikan proyek-proyek yang ada (misalnya, penyambungan daya dan jarak di JB) agar dapat diselesaikan tahun ini.
  6. Fokus pada Proyek Strategis: Prioritaskan penyelesaian proyek-proyek yang paling krusial, seperti proyek kerjasama BNPB, agar dapat dimaksimalkan dan diselesaikan tepat waktu.
  7. Peran Tim Koordinasi (KSPI): Keputusan diambil untuk melakukan audit oleh KSPI, dengan tujuan merangkum dan mengkoordinasikan semua aktivitas yang dilakukan oleh berbagai divisi. Rekomendasi KSPI akan digunakan untuk mempercepat proses dan mengatasi potensi kendala.

Tindak Lanjut yang Disepakati

  • Audit oleh KSPI: Divisi SAP akan segera melakukan audit oleh KSPI untuk merangkum semua aktivitas dan mengidentifikasi potensi kendala.
  • Koordinasi Intensif: Divisi SAP akan berperan sebagai penghubung utama antara berbagai divisi dan KSPI.
  • Penyelesaian Proyek Prioritas: Fokus pada penyelesaian proyek-proyek krusial seperti BNPB, termasuk penyambungan daya dan jarak di JB, untuk memastikan penyelesaian tahun ini.
  • Koordinasi dengan Kementerian Keuangan dan KSPI: Berkolaborasi dengan Kementerian Keuangan dan KSPI untuk memastikan dukungan finansial dan teknis yang diperlukan.

Pihak yang Bertanggung Jawab

  • Divisi SAP: Menyelenggarakan audit oleh KSPI.
  • Divisi SAP: Menjadi penghubung utama antara divisi dan KSPI.
  • Kepala Divisi Desen: Memberikan klarifikasi dan informasi yang akurat kepada semua pihak yang terlibat.
  • Divisi Regum: Menangani aspek teknis dan koordinasi proyek, termasuk dukungan dari Warsila.
  • Kepala Divisi SAP: Memberikan ringkasan hasil audit oleh KSPI.

Catatan: Ringkasan ini didasarkan pada transkripsi yang diberikan. Kesalahan atau ambiguitas dalam transkripsi dapat mempengaruhi akurasi ringkasan.


Dibuat Oleh:Diperiksa Oleh:Disetujui Oleh:
PT PAL IndonesiaPT PAL IndonesiaPT PAL Indonesia
JabatanJabatanJabatan
Tanda TanganTanda TanganTanda Tangan
NamaNamaNama